Kamis, 11 Maret 2010

.Semua bergabung menjadi satu.. ;tugas individu 3"

.Who Psychology '09??

.Tanggal 18 Agustus 2009 adalah awal mula dimana kami semua berkumpul dari setiap orang dengan latar belakang yang berbeda.
.Tanggal 11 Agustus 2009 :
Menjadi suatu momen yang tidak pernah terlupakan. Dimana 5L itu benar ada dan bercampur aduk menjadi satu. Dicampur lagi dengan tawa, canda dan haru yang tidak pernah diduga. Disini kami juga menyanyikan lagu Mars USU, Mars Psikologi, Psikologi No.1 dan Pada hari apa?.

.Hari-hari saat ospek itu selalu ada di memori ingatan ku yang tidak bisa terhapus begitu saja. Dan disini kami bisa saling berkenalan mengenal satu sama yang lainnya dan saling bertukar fikiran.

.Di hari itu juga kami dapat mengenal para Dosen, kakak dan abang kami.
.dan mengenal Fakultas Psikologi lebih banyak lagi.
.Setelah Itu.... ^_^

.Tanggal 6-7 Februari 2009 :
.Pada awalnya semua orang berfikiran kalau masa Inaugurasi itu adalah hari dimana Para Senior menunjukkan aksi mereka. Tetapi ternyata pemikiran itu salah. Kami menikmati Inagurasi itu dengan suka cita.
.Kesan dari teman-teman '09 :
1. Dari para Ihkwa :
.Bagus, baik dan mantap. Tapi hadiah Juara 1 lomba basah-basahannya belum diterima. :)
.Waahhh,, menyenangkan.. dan kalau bisa lebih lama lagi.

2. Dari para Ahkwa :
.Kakak dan Abangnya baik- baik.
.Tidur yang sempit-sempitan. games tidak selesai.

.Kami telah mendapatkan pengalaman-pengalaman yang menarik selama Inagurasi itu berlangsung. Semua anak-anak Psikologi dapat mendekatkan diri kepada setiap individu lainnya. .Beraneka ragam SARA' menjadi satu dan tidak pernah membandingkan antara agama satu dengan agama lainnya. semuanya saling membantu dan menjadikan seluruhnya adalah SAUDARA.

.Dan disini pula saya mendapatkan sahabat-sahabat yang mungkin bisa bersama sampai akhir kulia ini. Semua sudah saya anggap sebagai keluarga saya sendiri. Dari silsilah keluarga ini yang berawal dari :
Rahmi Zuraida sebagai "Eyang" (Peaceee...)
Utami Nurhafsari Putri sebagai "Oma Om"
Diva Olivia sebagai "Mamih"
Khairani Rizky sebagi "Te"h Rini"
Rahmi Handayani sebagai "Bunda Mimii"
dan saya Rafita Attia sebagai "DdeG Pieta"

.Kami semua memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Semua sifat dan karakteristik itu bisa kami satukan. Walaupun masih ada sifat tidak bisa disatukan mungkin karena sifat itu sudah melekat dari masing-masing kami.

.Ini adalah awal dari segalanya.
.Kita belum tau bagaimana akhirnya kelak.
Dan kita semua harus saling membantu bukan saling menjatuhkan karena disini kita bersatu untuk meraih masa depan yang cerah bersama-sama.
Selalu syukuri apa yang telah kita dapatkan dan saya berharap anak-anak Psi '09 seterusnya selalu diingat oleh Para dosen dan Kakak dan Abang semuanya.
.Dan satu tujuan kita : "BERHASIL MENJADI KEBANGGAAN SEMUA ORANG".

..SEMANGAT buat teman-teman semua..
.dan kita akan berhasil meraih apa yang kita inginkan.. ^_^

Kamis, 04 Maret 2010

Hasil Diskusi online kelompok; kuliah online 2

1. Hubungan Psikologi Pendidikan Dengan Media Pembelajaran

Mengapa Guru Perlu Mengetahui dan Menggunakan Media Dalam Pembelajaran? Dan Berikan Contoh!

Untuk memenuhi peran guru yang sebenarnya dalam pembelajaran, yaitu sebagai perencana pengajaran, penyampai informasi, dan penilai, maka guru perlu mengetahui dan menggunakan media pembelajaran dalam setiap proses pembelajaran. Media dalam pembelajaran seperti AVA (Audio Visual Aids) mutlak diperlukan dalam pendidikan dikarenakanpenggunaan AVA dapat memperluas saluran serta memperpendek jarak antara siswa dan guru sehingga materi yang disampaikan akan lebih tersampaikan secara efektif. Lain halnya jika guru hanya berbicara panjang lebar kepada siswa tanpa adanya media, tentu akan terasa membosankan dan kurang efektif.

Untuk memahami peranan media dalam proses mendapatkan pengalaman belajar bagi siswa, Edgar Dale melukiskannya dalam sebuah kerucut yang kemudian dinamakan Kerucut Pengalaman Edgar Dale (Edgar Dale cone of experience).Kerucut pengalaman ini dianut secara luas untuk menentukan alat bantu atau media apa yang sesuai agar siswa memperoleh pengalaman belajar secara mudah.

Sebagai contoh, misalnya dalam mata pelajaran IPS guru dapat menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Google, yaitu Google Earth untuk menggantikan peta biasa yang kurang merepresentasikan bumi seutuhnya. Sedangkan dengan menggunakan Google Earth, siswa dapat melihat dengan jelas struktur dan bentuk bumi secara nyata.

Daftar Pustaka:

ψhttp://wyw1d.wordpress.com/2010/01/16/google-earth-sebagai-media-pembelajaran/

ψhttp://goeroendeso.wordpress.com/2009/02/07/peranan-media-pembelajaran/

ψ http://edu-articles.com/mengenal-media-pembelajaran/

ψhttp://massofa.wordpress.com/2008/11/05/peranan-media-pembelajaran-dan-pemilihannya-dalam-pembelajaran/

ψhttp://madesmansa.blogdetik.com/2009/10/27/peran-media-massa-sebagai-media-pembelajaran-mata-pelajaran-ekonomi-di-tingkat-sma/

ψ Munir. 2008. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.Bandung: Alfabeta.

2. Hubungan Psikologi Pendidikan dengan Teknologi Pembelajaran

Dimanakah Posisi Media Teknologi di Dalam Proses Pembelajaran?

Untuk menjawab ini, kita pahami dulu definisi sederhana dari media. Media berasal dari bahasa latin, asal kata jamaknya adalah medium. Medium arti sederhananya adalah ANTARA. Kembali ke istilah belajar. Belajar terjadi ketika ada interaksi dengan sumber belajar (mengalami). Untuk berinteraksi dengan sumber belajar, tentunya perlu “mak comblang” alias “makelar” alias “perantara”. Disitulah peran penting diperlukannya apa yang dinamakan MEDIA. Tentu saja, dalam hal ini adalah media pembelajaran. Dengan demikian, karena dalam proses pembelajaran terjadi proses komunikasi atau interaksi antara orang yang belajar dengan aneka sumber belajar, maka agar komunikasi atau interaksi tersebut terjadi secara optimal dibutuhkan media pembelajaran yang relevan tentunya.

Teknologi pendidikan memegang peran yang penting, terutama setelah berkembangnya TIK, dimana komputer menjadi bagian integral didalamnya. Teknologi pendidikan merupakan pengembangan, penerapan, dan penilaian sistem-sistem, teknik-teknik dan alat-alat baru untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Perlu diingat, teknologi tidak akan menggantikan guru. Teknologi pembelajaran, sebenarnya memiliki posisi dan peran sebagai pengembang multimedia pembelajaran yang bermutu. Tentu saja bekerjasama dengan pihak lain.

Implementasi teknologi di bidang pendidikan perlu diintegrasikan ke dalam perencanaan (master plan) terhadap semua aspek pengembangan pendidikan secara seimbang (bukan secara proyek). Sering pengumuman yang muncul di media mengenai teknologi di arena pendidikan kelihatannya kurang menilaikan penelitian dan pengalaman di dunia pendidikan. Kasus-kasus teknologi dan pendidikan tertentu kelihatannya juga diankat sebagai solusi umum. Memang kita wajib untuk mencari solusi yang kreatif, tetapi kita juga wajib untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang ada di dunia supaya kita tidak hanya mengulangkan kegagalan negara lain.

Dengan mengkombinasikan soft-technology (seperti strategi, metode pembelajaran) yang tepat dengan hard-technology yang ada, maka seorang pengajar dapat menyulap proses pembelajaran menjadi suatu pembelajaran yang menarik dan efektif (tujuan tercapai). Dalam hal ini, bukan teknologi yang membuat suatu pembelajaran berhasil, tapi ketepatan menerapkan teknologi itulah yang menyebabkan suatu pembelajaran berhasil dengan baik.

Mudah-mudahan, penjelasan diatas sudah memperjelas hubungan antara belajar, pembelajaran, sumber belajar dan media pembelajaran. sedangkan format media atau bentuk fisik dimana suatu media dituangkan atau dijasikan menurut Smaldino dkk (2008) diklasifikasikan kedalam beberapa bentuk yaitu text, visual, audi, motion (gerak), manipulative (objek) dan orang.Berikut adalah gambaran kontinum antara media dengan pengalaman belajar yang diakibatkan oleh media tersebut.

Daftar pustaka:

ψ http://teknik-informatika.com/teknologi-informasi-bidang-pendidikan/

ψhttp://www.pendidikan.net/mod.php?mod=informasi&op=viewinfo&intypeid=6&infoid=9

ψhttp://fakultasluarkampus.net/2010/02/belajar-sumber-belajar-dan-media/

ψhttp://fakultasluarkampus.net/2010/02/guru-teknologi-dan-penerapannya-di-kelas/

ψhttp://fakultasluarkampus.net/2009/11/posisi-dan-peran-teknolog-pembelajaran/

ψ Munir. 2008. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.Bandung: Alfabeta.

3. Ragam Metode Pembelajaran

Bagaimana menurut kelompok kalian, metode pembelajaran yang paling baik dan efektif bagi peserta didik?

Untuk membelajarkan peserta didik sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri. Ada beberapa pendekatan pembelajaran, yaitu :

1. Pendekatan Behavioral, yaitu pandangan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diobservasi.

2. Pendekatan kognitif yang memiliki 4 pendekatan kognitif utama, yaitu:

Kognitis sosial, pemrosesan informasi kognitif, konstruktivis kognitif, dan konstruktifis sosial.

Dengan menambahkan 4 pendekatan kognitif ini pada pendekatan behavioral, semuanya menunjuang pemahaman kita tentang bagaimana anak belajar. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran, untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kondisi yang dihadapi, diantaranya:

1. Koperatif (CL, Cooperative Learning)

2. Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning)

3. Realistik (RME, Realistic Mathematics Education)

4. Pembelajaran Langsung (DL, Direct Learning)

5. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)

6. Problem Solving

7. Problem Posing

8. Problem Terbuka (OE, Open Ended)

9. Probing-prompting

10. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning)

Berbicara strategi pembelajaran, pada dasarnya bicara tentang bagaimana memilih, menentukan metode dan media serta meramukeduanya dalam suatu kondisi tertentu menjadi suatu strategi pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Jadi, preskripsi alias resepnya adalah begini:

o Untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (jika mengacu kepada domain menurutBloom: kognitif, psikomotorik, afektif atau kombinasi semuanya);

o Dengan kondisi tertentu (baik karakteristik siswa tertentu, maupun kondisi lingkungan, sekolah, sosial, budaya dan lain-lain);

o Kombinasi metode dan media apa saja yang paling tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut secara efektif, efisien dan menyenangkan tentunya.

Resep tersebut diatas sebenarnya diadaptasi dari resep yang dikemukakan oleh Reigeluth. Dan ekarang, harus ada pemaksimalan yang diadaptasi baik dari pengajar, maupun peserta didiknya. Harus ada korelasi yang positif dari berbagai aspek yang ada hubungannya dengan pembelajaran. Perlu diingat, bahwa dewasa ini, sudah bukan zamannya lagi proses pembelajaran yang biasanya siswa hanya datang, duduk, diam, pulang. Harus ada interaksi yang lebih aktif antara kedua belah pihak. Karena itulah metode pembelajaran dipergunakan, sehingga tercipta simbiosismutualisme.

Daftar pustaka:

ψhttp://fakultasluarkampus.net/2010/02/strategi-pembelajaran-integrasi-metode-dan-media/

ψ http://model-pembelajaran.blogspot.com/2008/08/ragam-model-pembelajaran.html

ψ http://www.muhfida.com/

ψhttp://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/macam-macam-strategi-belajar.html

ψhttp://resni.student.fkip.uns.ac.id/2009/11/21/macam-metode-dan-model-pembelajaran/

ψ Santrock, J.W. 2008. Psikologi Pendidikan, edisi kedua. Jakarta: Kencana

Kelompok V

09-014 Rafita Attia

09-032 Imam Damara

09-034 Bobby Kurniawan

09-050 Utami Nurhafsari

09-066 Rahmi Zuraida

Testimoni Kelompok:

Rafita Attia (09-014) :

Kuliah hari ini cukup melelahkan, karena bahan yang terlalu banyak dan kurangnya fasilitas. Namun, meskipun demikian, kami tetap berusaha mempersiapkan suatu hal yang terbaik, termasuk dalam tugas. Dan semoga, permulaan ini adalah awal untuk kesuksesan baru. Terima kasih….

Imam Damara (09-032) :

Cukup melelahkan dalam mengerjakannya, karena kami harus mencari bahan-bahan yang cukup akurat/baik sebelum diposting. Dalam mengerjakannya banyak hambatan yang kami lalui, diantaranya:

- Modem yang bermasalah

- Berbagi-bagi dalam stop kontak

- Komunikasi yang kurang efektif



Bobby kurniawan (09-034) :

Kuliah kali ini benar-benar menarik. Mengusung konsep yang berbeda dari biasanya. Memang seharusnya kuliah model seperti inilah yang diterapkan pada mata kuliah lain. Namun, hanya saja masih ada kekurangan, diantaranya bandwidth yang terbatas, sehingga kami harus menggunakan modem sendiri, sumber listrik yang sedikit membuat kami harus bergantian menggunakannya



Utami Nurhafsari (09-050) :

Sebenarnya kuliah ini menarik, bahkan sangat menarik. Karena ada hal baru yang bisa saya ambil dari kuliah kali ini. Termasuk pembagian tugas kelompok, dan komunikasi yang baik antar kelompok, sehingga mampu menciptakan kolaborasi yang baik dalam pengerjaan tugas. Namun tetap ada kendala, seperti keterbatasannetworkdan media pembelajarannya (dalam hal ini, penggunaan laptop agak sulit). Secara keseluruhan, menyenangkan… meraih dan mencoba hal baru, dan semoga dapat berjalan lebih baik di kemudian hari.



Rahmi Zuraida (09-066) :

Ini merupakan pertama kalinya saya melakukan kuliah online seperti ini. Tidak perlu mendengar ceramah yang cenderung membuat kita malas untuk mendengarkannya.

Secara keseluruhan menyenangkan, walaupun terkadang ada kendala, seperti tidak semua orang punya laptop pribadi, jaringan internet yang susah dan juga kesulitan dalam menyatukan berbagai pikiran. Setidaknya, untuk permulaan ini merupakan hal yang sangat baik. Tetap lanjutkan ini, semoga bisa berjalan dengan lembut (smooth).

Rabu, 24 Februari 2010

“Menjadikan Semua itu Penting dalam Keseharian Kita.. ;tugas 2”

Perkembangan teknologi komputer pada zaman sekarang sudah sangat pesat. Dahulu, mainframe merupakan produk utama pada masa itu. Sebuah computer besar digunakan secara bersama-sama oleh beberapa orang. “One computer many people”, merupakan gelombang pertama teknologi komputer. Ukuran komputer semakin kecil dan memiliki kemampuan lebih dibandingkan gelombang pertama. Jumlah pun menjadi bertambah secara eksponensial sehingga “one person one computer” telah menjadi kenyataan. Saat ini computer menjadi pokok primer yang lebih mudah didapatkan dan mudah digunakan serta ditandai dengan lazimnya pemakaian beberapa komputer oleh satu orang “one person many computers.”

Selain itu, kombinasi antara internet dan teknologi komputasi menjadi tulang punggung infrastruktur informasi global. Gelombang perkembangan ini yang memungkinkan suatu teknologi yang dinamakan ubiquitous computing. Masa depan Infrastruktur Informasi dan Ubiquitous Computing Internet sebagai tulang-punggung infrastruktur informasi global, mulai
berpengaruh kepada kehidupan akademik maupun sosial kita. Internet menjadi sumber utama informasi komunikasi bisnis dan bahkan menjadi kendaraan politik para politisi. Penggunaan komputer yang telah terhubungkan dengan internet telah memudahkan kita dalam mencari sebuah informasi sebagai hiburan terlebih lagi sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Perkembangan computer dan internet tersebut memungkinkan manusia berinteraksi dengan komputer secara countinue di mana saja kapan saja tanpa disadarinya. Inilah yang disebut ubiquitous computing. Istilah ubiquitous computing ini memiliki arti muncul atau terjadi dimana-mana. Sedangkan istilahubiquitous computing sering dikaitkan dengan Mark Weiser seorang peniliti di Xerox PARC. Ubiquitous computing memungkinkan pemakaian beratus-ratus alat komputasi wireless pada setiap orang bahkan disetiap perkantoran dalam semua skala, (Weiser).

Sistem kehidupan berkembang seiring dengan bergilirnya waktu, termasuk perkembangan dalam dunia pendidikan. Suatu proses pembelajaran baru yang telah diperkenalkan saat ini adalah e-learning. E-learning adalah istilah yang sangat populer dalam beberapa tahun belakangan ini, meskipun konsepnya sudah cukup lama dimunculkan sebelumnya. Istilah ini sendiri memiliki arti yang sangat luas. Dalam pelaksaannya, e-learning menggunakan jasa audio, video, perangkat komputer, atau kombinasi dari ketiganya. E-learning merupakan sebuah proses pembelajaran yang dilakukan melalui network (jaringan). Ini berarti e-learningmemungkinkan tersampaikannya bahan ajar kepada peserta didik menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi berupa komputer dan jaringan internet atau intranet.

E-learning merupakan suatu teknologi pembelajaran yang relative baru di Indonesia. Dalam pembelajaran itu pengajar dan peserta didik tidak perlu berada pada tempat dan wktu yang sama untuk melangsungkan proses pembelajaran. Pengajar cukup meng-upload bahan-bahan ajar pada situs e-learning dan peserta didik dapat mempelajarinya dengan membuka situs e-learning tersebut dimanapun. E-learning merupakan bentuk pembelajaran yang memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dengan demikian teknologi komunikasi dapat dipandang secara positip sebagai media yang menyediakan dan membantu interaksi antara pengajar dan peserta didik dalam mengefisienkan dan mengefektifkan pembelajaran. Penggunaan e-learning dapat diukur dari perilaku yang mencerminkan kebiasaan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran sehari-hari. Penggunaan TIK dapat mencakup pola interaksi antara pengajar dan peserta didik, pemanfaatan teknologi sebagai sumber belajar dan pengguaan teknologi sebagai alat bantu.

Sekarang, aktifitas harian akademik pasti akan selalu berhubungan dengan teknologi. Dulu, kita merasa bahwa teknologi tidaklah penting karena kita belum menggunakannya secara maksimal. Tetapi sekarang hal ini dirasa telah menjadi sesuatu hal yang sangat penting. Ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk mampu mengeksplor diri kearah yang lebih baik. Oleh karena itu, kita harus dapat menyeimbangkan kepentingan-kepentingan sesuai perkembangan zaman dalam keseharian kita, guna menjangkau kreatifitas dan kualitas dalam diri.


Sumber Referensi:

Rabu, 17 Februari 2010

Minimnya Pemanfaatan Laboratorium Bahasa diberbagai Sekolah. ; tugas 1

Krisis Ekonomi & Korupsi (Krisis Kepercayaan) sekarang semakin menunjukkan betapa pentingnya suatu komunikasi baik secara lokal maupun global. Komputer dan Internet sudah diterima sebagai alat yang penting untuk komunikasi dan bisnis di Indonesia, sehingga sekarang menjadi hal yang penting pula untuk pendidikan Indonesia yang sedang mengalami reformasi. Awal dari milenium baru dan reformasi menjanjikan harapan untuk mempercepat perkembangan sektor pendidikan di Indonesia.

Lab bahasa merupakan sebuah laboratorium yang digunakan untuk mempermudah proses belajar mengajar berbagai materi seperti bahasa inggris, bahasa indonesia atau bahasa arab. Dimasa lalu telah dibentuk sistem komunikasi yang efektif untuk menyebarkan informasi ke berbagai semua sektor di kalangan pendidikan. Komponen utama dalam peran baru ini yaitu meliputi : monitoring yang efisien, pengidentifikasian kebutuhan dan menempatkan sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk menghadapi kebutuhannya. Pada umumnya masalah-masalah utama pendidikan berdasarkan sistemnya dan sekarang potensi sumber daya manusia disemua sektor tidak dimanfaatkan secara penuh. Kebanyakkan penelitian pengembangan yang dimulai pada masa transisi baru ini seharusnya diarahkan pada pengembangan sistem komunikasi yang memberdayakan beberapa sektor pendidikan untuk membantu pengembangan dan arah masa depan pendidikan di Indonesia.

Penelitian mengenai pengembangan sekolah secara jelas menunjukan salah satu cara yang paling efektif bagi sekolah yang ingin berkembang secara mandiri yaitu lewat sharing informasi dan ide-ide. Salah satu dukungan terbesar untuk pengembangan pribadi dan profesi kepala sekolah yang memanfaatkan proses pembaharuan yaitu komunikasi yang terbuka dan mendukung melalui forum rutin kepala sekolah. Melalui penyampaian masalah secara kolektif diantara rekan seprofesi sudah menghasilkan solusi yang efektif dan dapat direalisasikan. Tanggung jawab sekolah yang besar dalam memasuki era globalisasi adalah mempersiapkan siswa untuk mengahadapi tantangan-tantangan dalam masyarakat sangat cepat perubahannya. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh para siswa adalah menjadi pekerja yang bermutu. Kemampuan berbicara dalam bahasa asing dan kemahiran komputer merupakan dua kriteria utama yang diajukan sebagai syarat untuk memasuki lapangan kerja di Indonesia (dan di seluruh dunia).

Pada beberapa sekolah mereka membangun hubungan yang erat dengan masyarakat setempat dan melakukan sebuah lompatan yaitu dengan mengundang masyarakat penyumbang untuk membangun fasilitas dasar komputer. Sekolah ini telah membuktikan bagaimana mengatasi salah satu masalah terbesar dalam pengenalan teknologi ke sekolah-sekolah di Indonesia secara berkesinambungan. Keefektifan system yang berkesinambungan ini sudah tumbuh lama ketika masyarakat setempat memahami bagaimana pentingnya teknologi bagi anak-anak mereka. Dalam hal ini kami telah mempelajari bahwa, sekolah-sekolah yang bekerjasama dengan masyarakat setempat untuk membangun fasilitas cenderung berkembang secara teratur dan juga meningkatkan dukungan dari masyarakat setempat.

Kesinambungan adalah faktor utama. Pada program di masa lalu untuk menyediakan teknologi ke sekolah kebanyakan mencapai sedikit sukses dalam jangka waktu yang cukup lama dan sekali menunjukkan perkembangan.

Biasanya ada beberapa masalah utama yang menghalang kita untuk menyediakan fasilitas teknologi ke setiap sekolah, yaitu ;

· Anggaran untuk perawatan fasilitas awal tidak tersedia.

· Pelatihan biasanya terlalu spesifik dan tidak berhubungan dengan kebutuhan di lapangan atau perubahan sikap.

· Tidak tersedianya karyawan untuk perawatan rutin dan pengembangannya.

· Tidak tersedianya teknisi ahli atau terlalu mahal

· Materi yang sesuai untuk mengajar tidak tersedia

· Lemahnya kondisi kerja guru di lapangan mendorong bahwa mereka tidak dapat membagi waktu untuk mengembangkan materi mengajar secara kreatif.

Seperti halnya di sekolah saya, sering ditemui fasilitas yang tidak dipergunakan secara maksimal. Saya tidak tahu jelas mengapa fasilitas tersebut tidak dapat digunakan. Apa karena fasilitasnya yang tidak memungkinkan untuk digunakan atau manusianya yang tidak dapat mengoprasikannya secara maksimal. Misalnya disekolah kami laboratorium bahasanya sangat jarang dipergunakan padahal laboratorium tersebut dapat digunakan untuk membantu proses belajar mengajar agar para siswa lebih tertarik dalam pelajaran bahasa.

Masalah-masalah ini menjadi lebih luas dalam hal komputer karena tingkat keahlian yang diminta untuk mengembangkan dan merawat fasilitas tersebut sangat tinggi serta kemahiran komputer mempunyai nilai jual yang sangat tinggi pula. Saran untuk memberi pelatihan karyawan di sekolah tidak berlaku dalam konteks yang ada saat ini. Karena siapa saja yang mengembangkan diri untuk mencapai posisi tingkat ahli, mereka di sektor komersil dapat menghasilkan sepuluh kali lipat dari apa yang mereka dapat di sekolah, jadi mungkin saja mereka akan menghabiskan waktu dengan pekerjaan di luar kantor.

Demikian halnya yang terjabarkan diatas, peningkatan proses pembelajaran tidak hanya bergerak di bagian fasilitasnya saja, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan yang mengoperasikannya (dalam hal ini peserta didik dan pendidik). Dengan demikian, akan timbul stabilitas yang mampu meningkatkan berbagai aspek di dalam suatu proses pembelajaran.

Sumber Referensi:

  • Santrock, 2008. Psikologi Pendidikan, Jakarta : Kencana
  • Munir,2008. Kurikulum Berbasisi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bandung : Alfabeta
  • e-pendidikan